|| 2014 - September - 1 || Cerita 1. Sebuah Awal, Sebuah Kisah

Pk 15.15, 1 September 2014
Cerita 1. Sebuah Awal, Sebuah Kisah






|| Pertengahan 2011 ||
Masih teringat jelas pada sebuah malam purnama saya terjebak perbincangan dengan salah seorang penghuni kosan para tuna jomblo dan dhuafa rindu. Pada malam yang mencekam tersebut, di sudut Kukusan Teknik, kami terlibat perbincangan yang hampir saja membuat darahnya halal buat saya karena mengucapkan kata-kata terlarang bagi para mahasiswa pencari suaka IPK.

Dulunya dia adalah para pemimpin makhluk astral di fakultasnya, memimpin jiwa-jiwa bebas yang suka bertebaran di pinggir jalan Medan Merdeka untuk menurunkan harga BBM sampai menuntut kenaikan IPK hingga dirinya banyak dipuja oleh para lelaki dan dicaci para wanita (menyedihkan, bukan?)

Kita sebut saja dirinya sebagai Dia-Yang-Tak-Boleh-Disebut-Namanya atau bisa disingkat menjadi Akh Akew.

Kebetulan di pertengahan tahun 2011 tersebut saya sedang menjabat sebagai Manager of Corporate Relationship pada sebuah program petinggi UI yang mana pernah membuat Akh Akew -sebagai pimpinan menengah- terjatuh dan tak bisa bangkit lagi. Pada malam purnama, kami berkhalwat, bercengkerama membicarakan masa depan yang masih buram.

Dengan penuh kekejian dirinya membuka perbincangan dengan pertanyaan.

|| 2014 - Agustus - 29 || Maleficent

Pk 15.09, 29 Agustus 2014
Maleficent






|| Awalnya ||
#jadiBegini, sebenarnya saya tidak terlalu suka film animasi fiksi, entah mengapa, mungkin karena setelah nonton film tersebut bawaannya suka berimajinasi, berfantasi, berhalusinasi, yang ujung-ujungnya malah mengecewakan atau dikecewakan walau 2 kata tersebut lebih merepresentasikan Akh Akew yang sempat terjerat dalam kisah pahit percintaan. #rasakan

Judul blog diatas adalah sebuah tontonan yang sejak Roy Suryo menjabat Menteri Pertahanan Mozambique sudah direncanakan bareng sama anak-anak Tim Penerus Dewan Guru Besar UI saat tanggal 23 Mei 2014 namun apa mau dikata, ternyata yang disebutkan Mankiw dalam buku Principle of Economics benar adanya bahwa people response to incentive sehingga karena tidak ada yang mentraktir buyarlah semuanya. Memang mereka semua masih berwatak inlander, pantasnya mereka semua dibuang ke Pulau Digoel. #rasakan, kecuali 1 orang yaitu *listrik padam*

Saat detik-detik terakhir pembatalan mau tetap nonton berdua sama Icha (“Annisa Himmatu Fitriana”, red.) karena dirinya pun memang tepat setelah sidang pra skripsi ditambah saat itu otak saya sedang panas-panasnya baca jurnal terus mengerjakan 1 penelitian telekomunikasi sehingga butuh refreshing, namun apa mau dikata, hati ini tak enak rasanya sama dirinya, takut membuat marah gebetannya atau mungkin saja sekedar takut mengecewakan (--)” #ihik

|| 2014 - Juli - 15 || Catatan Ramadhan, Hari ke-17, Mencintai Tanpa Sebab

Pk 23.15, 15 Juli 2014
Catatan Ramadhan, Hari ke-17, Mencintai Tanpa Sebab






|| Problem? ||
Entah apakah ini bisa disebut futur, kufur, kubur, kufu, ataukah fufufu... Selama beberapa tahun ini ikut #Metalliqo dengan Bang Arief Munandar, mungkin sejak tahun 2009, selama itu pula gue mencoba membangun motivasi untuk terus bertahan dengan segala goncangan diri *nangis di pundak Cakra Khan* #Metalliqo yang selama itu pula gue dambakan dan banggakan untuk menjadi replikasi bagi penguat solidaritas, kedekatan antara pengajar dan pencari ilmu, dan ataupun penguat disaat terpuruk sebagaimana masa Rohis SMAN 26 dengan segala kasus virus merah jambunya ternyata tidak seperti yang terbayangkan.

Banyak hal ataupun masalah hidup yang menjadi problema tidak terselesaikan hanya dengan datang dan mendengarkan materi mingguan. Seakan, gue tidak menemukan ruang untuk sekedar menyapa, berkenalan, dan berdekatan dengan Tuhan.