|| 2013 - Juni - 18 || Mari Memantaskan Diri - Kerennya Jadi Peneliti!

Pk 10.15, 18 Juni 2013
Mari Memantaskan Diri

Gue yakin orang yang sedang galau pasti akan menghubungkan judul diatas dengan keadaan dirinya yang hampa, yang ga ada pikiran lain selain gimana caranya untuk deketin dia ya? Seakan-akan ga ada masalah bangsa yang dia pikirkan untuk diselesaikan *batuk berdahak*

Tepat 2 hari lalu gue melihat sebuah pengumuman acara yang sangat menarik gue rasa, walaupun saat mendaftar ada aja godaan dalam hati yang membuat gue untuk menolak ikut seperti “gila lo gih, IPK aja masih cupu sok-sok ikut acara buat orang pinter” atau “gue yakin kalo gue ikut gue bisa dapet makan gratis” atau yang lebih hina lagi seperti “seenggaknya lumayan buat pencitraan gue supaya dikira orang kalo gue pinter”






Gue ngerasa kalo dalam ikhtiar mendapatkan pengetahuan baru aja masih minder gimana jadinya kalo mau merubah diri untuk menjadi lebih baik, seenggaknya gue ikhtiar dateng dulu kalo gue paham atau engga ya itu urusan belakangan, seenggaknya kan dapet cofee break gratis *jitak diri sendiri*

|| 2013 - April - 27 || Si Abdan pun Bertanya tentang Suka vs Jatuh Cinta

Pk 09.23, 27 April 2013
Si Abdan pun Bertanya tentang Suka vs Jatuh Cinta






Melihat tawamu 
Mendengar senandungmu 
Terlihat jelas di mataku 
Warna - warna indahmu

Menatap langkahmu 
Meratapi kisah hidupmu 
Terlihat jelas bahwa hatimu, Anugerah Terindah Yang Pernah Kumiliki


||25 April 2013, Sebuah Preface, Selasar Masjid Universitas Indonesia ||

Selepas ba’da Maghrib merupakan waktu yang paling nyaman buat gue berbincang dengan siapapun, apalagi sama Abdan, seseorang yang sebenarnya baru gue kenal dekat saat semester 9 gue*keselek singkong* pas kelas Organisasi Industri namun kedekatan kami serasa dibangun semenjak semester awal kuliah kami kenal.

Awalnya diskusi membicarakan @flohope_ID tentang pola cashflow social entrepreneurship yang entah setan ganteng darimana mampu mengarahkan perbincangan kami menjadi saat pertama kali Jatuh Cinta. Hahaha...

Abdan bilang ke gue kalo dalam hidupnya dia jatuh cinta selama 2x, dan pas denger kaya gitu gue berasa langsung mau jadi khatib shalat Maghrib yang maksudnya adalah ga mungkin seorang Abdan bisa jatuh cinta sampai 2x! Gila! Kutukan! Dunia segera kiamat sughro rasanya karena Abdan yang gue kenal adalah saat SMP itu dimasukkan kedalam pesantren untuk menjinakkan kyubi dalam dirinya. Sehingga gue langsung menebak bahwa Abdan jatuh cinta saat SMA Nurul Fikri 1x dan saat kuliah di UI 1x dan benar saja bahwa Abdan langsung meralat bahwa dirinya jatuh cinta hanya 1x saja ketika melihat kekagetan gue.

|| 2013 - April - 14 || antara Leonardo Kamilius, Fadel Noorsal, & Singgih Setiadi






Pk 19.46, 14 April 2013
antara Leonardo Kamilius, Muhammad Fadel Noorsal, & Singgih Setiadi



Baiklah, tulisan ini sama sekali bukan bermaksud untuk membandingkan diantara gue, Bang Leon, dengan si jomblo Fadel. Sama sekali kami tidak sederajat *buang permen karet* karena jika diibaratkan peribahasa mutiara dalam lumpur maka Bang Leon & Fadel adalah mutiara dan gue semacam lumpur hidup yang menelan orang yang berjalan melangkahi gue.

Jika ibarat mereka berdua BMW yang dijual di showroom maka gue spare-part second Vespa yang dijual di pinggir jalan raya Bogor. Sulit lah kami disetarakan.

Baiklah! Cukup! Cukup menghina diri sendiri! *lap air mata Timmy*